Miftahul Zannah. 1708304013. Takdir dan Ikhtiar dalam Al-Qur‟an
(Studi Tafsir Tematik dengan Pendekatan Teologis).
Takdir merupakan ketentuan Allah Swt atas apa yang terjadi di seluruh
alam. Apa yang terjadi sekarang, besok dan seterusnya sudah ditentukan
jauh sebelum Allah menciptakan alam semesta. Manusia diberkahi
kelebihan akal untuk mampu membedakan antara perbuatan baik dan
perbuatan buruk. Maka dari itu adanya ikhtiar untuk menyelaraskan takdir
dengan keinginan manusia. Ikhtiar merupakan usaha yang dilakukan
dengan segala daya upaya dan bersungguh-sungguh untuk mencapai hasil
yang terbaik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana takdir dan ikhtiar di
pahami dalam al-Qur‟an dengan menggunakan pendekatan teologis.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode tematik, yang mana menghimpun ayat-ayat yang berkaitan
dengan takdir dan ikhtiar.
Berdasarkan hasil analisis, takdir dalam al-Qur‟an memiliki arti
menetapkan, membatasi, menguasai dan mengagumkan. Kemudian
penulis mengkategorikan kedalam tiga kategori yakni: takdir yang
membicarakan mutlak Tuhan, takdir yang memerlukan ikhtiar manusia,
dan takdir tentang tatanan alam semesta. Sedangkan ikhtiar memilki arti
sebagai pilihan yang terbaik. Memilih yang baik-baik sesuai dengan
tuntunan Allah Swt. Para mufassir memberikan arti takdir sebagai
ketentuan yang ditetapkan secara pasti yang mengikat antara sebab akibat.
Manusia adalah makhluk yang bebas tapi terikat. Manusia di anugerahkan
kekuatan dan akal sehingga manusia dapat bertindak sendiri dalam
menentukan garis hidupnya dengan cara berikhtiar. Manusia mempunyai
kebebasan dalam berkehendak dan berbuat dalam batasan tertentu.
Kata Kunci: Takdir dan Ikhtiar, Tafsir, Teologis