Surah al-Mu’awwiz|atain (al-Falaq dan an-Nas) merupakan surah yang para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan golongan surah dan asbabun nuzulnya. Surah al-Mu’awwiz|atain sering digunakan sebagai doa dan wirid, namun dalam konteks kekiknian surah al-Mu’awwiz|ataian dapat diamalkan secara riil dalamkehidupan sehari-hari, dengan memahami kandungan surah
al-Mu’awwiz|atain secara kontekstual. Dalam upaya memahami kandungan surah al-Mu’awwiz|atain penulis menggunakan pendekatan teori hermeneutika Hans Georg Gadamer dalam Kitab tafsir Jami’ul Al-Bayan ‘An Ta’wili Ayi Al-Qur’an yang merupakan karya monumental dari mufassir klasik yakni Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid bin Katsir
Abu Ja‟far ATTabari. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa surah alMu’awwiz|atain merupakan bagian dari musshaf al-Qur‟an yang tergolong surah Makkiyyah. surah al-Mu’awwiz|atain dapat diamalkan secara riil dalam kehidupan sehari-hari dengan terlibat aktif dalam melakukan perlindungan diri dari kejahatan semua makhluk-Nya yang meliputi jin, manusia, hewan,musibah alam dll. At}-T{abari dalam menafsirikan secara implisit sejalan
dengan konsep pemahaman yang dikemukakan oleh Gadamer. Pandangan AtTabari dapat dikontekstualisasikan pada masa kini dengan berusaha memahami secara utuh hakikat isti’a>zah (memohon perlindungan kepada Allah SWT) yang terkandung di dalam surah al-Mu’awwiz|atain yang memiliki realisasi Tauhid. Penanaman Tauhid dalam hati sehingga memiliki keyakinan hanya Allah lah Rabb, al-Malik, Illah yan